ADA APA DENGAN PERNIKAHAN SYEKH PUJI.....?
Wah nampaknya media masa gak henti-hantinya memberitakan tentang pernikahanya
Syekh Puji,tapi bukan media masa aja lho yang rajin memburu Syekh Puji tapi para Perlindungan Anak aja ikut berburu,ditambah para Aparat Kepolisian sampe ke MEJA HIJAU segala lagi,sebenarnya kenapa sih kok sampai segitunya...? apa karena dia SEORANG MILIADER?apa KOLEKSI BMW nya ada yang hasil curian?oh...semua pertanayaan itu nggak ada hubungannya ama kasusnya Syekh Puji,terus apa lho...?Ya jelas aja sampe kayak gitu,orang yang dinikahi Syekh Puji bukan wanita biasa...,maksudnya bukan wanita jada-jadian,yang dimaksud itu wanita ini masih di bawah umur ya...sekitar 12 tahunan gitu lah.......
Ngemeng-ngemeng masalah kasus kayak gitu sih menurut aku udah biasa,bahkan kalo mau cari berita yang mirip sama FENOMENA SYEKH PUJI sih banyak...,bahkan bisa ngabisin berlembar-lembar halaman,ngapain suah-suasah mendeadline kasus Syekh Puji...?Nah dari sini kita bisa nemuin titik permasalahannya,justru sebenarnya bukan dari pernikahan tersebut,malahan kasus tersebut udah bisa membuka permasalahan sebenarnya,apa sih sebenarnya permasalahan yang dimaksud...?Dari permasalahan itu kita tahu kalau pernikahan seperti itu sudah sering terjadi,tapi mengapa cuma Syekh Puji aja yang disoroti...?apa karena dia tiu TOKOH TERKENAL?apa karena berita itu sangat KOMERSIAL?kalau alasannya kayak gitu sih sangat disesalkan,nggak ada untungnya buat KEMAJUAN NEGARA KITA.
Dari masalah itu,seharusnya BADAN HUKUM dan PERLINDUNGAN ANAK seharusnya jangan memfokuskan pada kasus Syekh Puji terus,coz masih ada yang lebih ironi lagi,toh Syekh Puji menikahi Ulfa secara sah,coba aja bandingin antara pernikahan Syekh Puji yang cuma satu kali sama daerah yang MAYORITAS penduduknya MENIKAH DIBAWAH UMUR,ayo besaran mana SKALA PERMASALAHANNYA...?
Kalau kayak gitu,solusinya ya penanganan KUALITAS PENDIDIKAN dan EKONOMI,coz dari permasalahan tersebut sebagian besar penyebabnya adalah RENDAHNYA PENDIDIKAN yang membuat mereka tidak peduli dengan KEMAJUAN DUNIA,kemudian disusul dengan MASALAH EKONOMI yang membuat mereka berat dalam mempertahankan hidup mereka,akaibatnya mereka memilih menikahkan anak mereka dengan JUTAWAN agar hidup mereka terkecukupi daripada harus menyekolahkan anaknya di BANGKU PENDIDIKAN yang mereka anggap hanya MENGHABISKAN UANG saja,sedangkan anak yang mengikuti pola pikiran orang tua yang seperti itu juga ikut mengiyakan saja dan berpikir harta lebih baik daripada duduk-duduk di bangku sekolah,tapi bagi mereka yang menentang polapikiran orang tua seperti itu dia cenderung MEMBERONTAK,tapi kalau anak tersebut tetap menikah paksa yang terjadi adalah BEBAN MENTAL,karena kebebasannya serta kebahagiannya TERRENGGUT.
Untuk itu,sebaiknya bukan Syekh Puji saja yang disorot,tapi daerah-daerah yang mayoritas PENDIDIKAN RENDAH dan EKONOMI RENDAH,seperti kota saya send
iri yakni INDRAMAYU,MADURA,BANYUWANGI,SITUBONDO,DONDOWOSO,dsb.
Semoga blog yang saya tulis bisa bermanfaat,sekian dan terimakasih
Wah nampaknya media masa gak henti-hantinya memberitakan tentang pernikahanya
Syekh Puji,tapi bukan media masa aja lho yang rajin memburu Syekh Puji tapi para Perlindungan Anak aja ikut berburu,ditambah para Aparat Kepolisian sampe ke MEJA HIJAU segala lagi,sebenarnya kenapa sih kok sampai segitunya...? apa karena dia SEORANG MILIADER?apa KOLEKSI BMW nya ada yang hasil curian?oh...semua pertanayaan itu nggak ada hubungannya ama kasusnya Syekh Puji,terus apa lho...?Ya jelas aja sampe kayak gitu,orang yang dinikahi Syekh Puji bukan wanita biasa...,maksudnya bukan wanita jada-jadian,yang dimaksud itu wanita ini masih di bawah umur ya...sekitar 12 tahunan gitu lah.......Ngemeng-ngemeng masalah kasus kayak gitu sih menurut aku udah biasa,bahkan kalo mau cari berita yang mirip sama FENOMENA SYEKH PUJI sih banyak...,bahkan bisa ngabisin berlembar-lembar halaman,ngapain suah-suasah mendeadline kasus Syekh Puji...?Nah dari sini kita bisa nemuin titik permasalahannya,justru sebenarnya bukan dari pernikahan tersebut,malahan kasus tersebut udah bisa membuka permasalahan sebenarnya,apa sih sebenarnya permasalahan yang dimaksud...?Dari permasalahan itu kita tahu kalau pernikahan seperti itu sudah sering terjadi,tapi mengapa cuma Syekh Puji aja yang disoroti...?apa karena dia tiu TOKOH TERKENAL?apa karena berita itu sangat KOMERSIAL?kalau alasannya kayak gitu sih sangat disesalkan,nggak ada untungnya buat KEMAJUAN NEGARA KITA.
Dari masalah itu,seharusnya BADAN HUKUM dan PERLINDUNGAN ANAK seharusnya jangan memfokuskan pada kasus Syekh Puji terus,coz masih ada yang lebih ironi lagi,toh Syekh Puji menikahi Ulfa secara sah,coba aja bandingin antara pernikahan Syekh Puji yang cuma satu kali sama daerah yang MAYORITAS penduduknya MENIKAH DIBAWAH UMUR,ayo besaran mana SKALA PERMASALAHANNYA...?
Kalau kayak gitu,solusinya ya penanganan KUALITAS PENDIDIKAN dan EKONOMI,coz dari permasalahan tersebut sebagian besar penyebabnya adalah RENDAHNYA PENDIDIKAN yang membuat mereka tidak peduli dengan KEMAJUAN DUNIA,kemudian disusul dengan MASALAH EKONOMI yang membuat mereka berat dalam mempertahankan hidup mereka,akaibatnya mereka memilih menikahkan anak mereka dengan JUTAWAN agar hidup mereka terkecukupi daripada harus menyekolahkan anaknya di BANGKU PENDIDIKAN yang mereka anggap hanya MENGHABISKAN UANG saja,sedangkan anak yang mengikuti pola pikiran orang tua yang seperti itu juga ikut mengiyakan saja dan berpikir harta lebih baik daripada duduk-duduk di bangku sekolah,tapi bagi mereka yang menentang polapikiran orang tua seperti itu dia cenderung MEMBERONTAK,tapi kalau anak tersebut tetap menikah paksa yang terjadi adalah BEBAN MENTAL,karena kebebasannya serta kebahagiannya TERRENGGUT.
Untuk itu,sebaiknya bukan Syekh Puji saja yang disorot,tapi daerah-daerah yang mayoritas PENDIDIKAN RENDAH dan EKONOMI RENDAH,seperti kota saya send
iri yakni INDRAMAYU,MADURA,BANYUWANGI,SITUBONDO,DONDOWOSO,dsb.Semoga blog yang saya tulis bisa bermanfaat,sekian dan terimakasih